Diposkan pada IPA

MEMAHAMI CARA TUMBUHAN HIJAU MEMBUAT MAKANAN

tumbuhan hijau

                                                                         Gambar Tumbuhan hijau 

Standar Kompetensi 

2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan

Kompetensi dasar

2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan
2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber makanan
2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Manusia memakan berbagai jenis makanan setiap hari. Hewan seperti kambing memakan rumput-rumputan segar. Tumbuhan juga memerlukan makanan agar tetap hidup. Tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan dinamakan fotosintesis.

Fotosintesis. 

 

Tumbuhan hijau merupakan satu-satunya makhluk hidup di dunia yang dapat membuat makanannya sendiri. Oleh karena itulah tumbuhan hijau disebut sebagai produsen (penghasil) makanan bagi makhluk hidup terutama manusia dan hewan. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan disebut Fotosintesis. Bahan – bahan yang diperlukan oleh tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis yaitu air (H2O), Karbohidrat (CO2) dan sinar matahari. Sedangkan tempat berlangsungnya fotosintesis (katakanlah dapurnya) yaitu daun yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Dalam hal ini klorofil selain berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembuatan makanan juga sebagai tempat untuk menyerap energi cahaya matahari.

berbagaireviews.com
                                                             
                                                             Gambar Fotosintesis 

Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan – bahan organik seperti gula atau karbohidrat dari bahan – bahan anorganik, seperti karbondioksida dan air dengan bantuan cahaya. Jadi dalam proses fotosintesis, bahan baku yang diperlukan adalah karbondioksida (CO2), air, sedangkan hasilnya adalah glukosa (karbohidrat) dan oksigen. Fotosintesis berlangsung di bagian daun. Namun proses ini terkadang juga terjadi di bagian lain yang mengandung klorofil. Klorofil merupakan zat warna warna hijau pada tumbuhan.

Klorofil berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari.Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Klorofil yang tersimpan dalam kloroplas. Pada proses fotosintesis klorofil berfungsi mengubah energi cahaya menjadi energy kimia.  Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata.  Stomata adalah lubang  yang berfungsi sebagai tempat masuknya karbondioksida dan tempat keluarnya oksigen. Jadi stomata memiliki peranan sebagai tempat pertukaran gas. Stomata juga paling banyak terdapat pada daun. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari tidak ada, energi cahaya yang lain dapat menggantikannya. Misalnya cahaya lampu neon.

 

Fungsi Fotosintesis.

  • Fungsi utama fotosintesis adalah untuk memproduksi glukosa sebagai sumber energi utama bagi tumbuhan, dengan adanya glukosa ini akan terbentuk sumber energi lemak dan protein pula. Nah zat-zat ini akan menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan, oleh karena itu proses fotosintesis ini sangat penting dalam kehidupan kita.
  • Prose Fotosintesis dapat membersihkan udara. Udara dibersihkan dengan diserapnya karbondioksida dan dihasilkannya oksigen. Sehingga sering kita dengar penanaman pohon untuk membersihkan lingkungan, karena ada proses fotosintesis inilah pohon bisa berguna untuk membersihkan udara kita.
  • Kemampuan fotosintesis tumbuhan pada masa hidupnya akan membuat sisa sisa tumbuhan tersebut tertimbun di dalam tanah. Timbunan dari tumbuhan dalam waktu yang lama akan membuatnya menjadi batu bara yang merupakan bahan baku dan sumber energi pada kehidupan modern.

 

  Proses Fotosintesis.
    Sebelum memulai penjelasan, silahkan diperhatikan bagan di bawah terlebih dahulu.
proses-fotosintesis
Berdasarkan bagan tersebut maka secara singkat proses fotosintesis dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dalam proses fotosintesis ada 4 bahan yang harus dimiliki, yaitu :
1. Karbondikoksida (CO2)
2. Air
3. Cahaya Matahari
4. KlorofilKarbondikosida. 
Tahap – Tahap Reaksi Fotosintesis.
Proses fotosintesis yang terjadi di Kloroplas terdiri atas 2 reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
berbagaireviews.com
  Gambar Reaksi Terang 

Dikatakan reaksi terang karena dalam prosesnya reaksi ini membutuhkan cahaya matahari. Reaksi ini terjadi di salah satu ruang kosong pada kloroplas yang disebut membran tilakoid. Dalam reaksi terang, klorofil akan menyerap cahaya dari matahari, energi yang didapat dari cahaya matahari akan digunakan untuk memecah molekul air menjadi molekul oksigen dan hidrogen. Reaksi ini disebut sebagai fotolisis, dan dapat digambarkan dengan reaksi berikut.

berbagaireviews.com
Reaksi Gelap
 

Sesuai dengan namanya reaksi gelap merupakan reaksi yang tidak bergantung pada cahaya. Inti dari proses reaksi gelap merupakan pengubahan Karbondioksida (CO2) menjadi glukosa. Reaksi gelap ini terjadi pada bagian stroma kloroplas.

 

 Untuk lebih jelasnya berikut proses fotosintesis Reaksi Terang dan Gelap 

 

Faktor – faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

1. Faktor Internal.
Faktror internal adalah faktor yang berasal dari tumbuhan itu sendiri. Artinya, setiap tumbuhan yang berbeda jenis, walaupun hidup dalam keadaan lingkungan yang sama 
2. Faktor Eksternal.
Kandungan Air dan Mineral dalam tanah
Air merupakan salah satu bahan baku yang digunakan untuk reaksi fotosintesis jadi semakin banyak air dalam tanah semakin bagus reaksi tersebut. Karena Fotosintesis sangat bergantung dari penyerapan air oleh akar tumbuhan tersebut.
  • Temperatur
Fotosintesis merupakan reaksi yang tergantung kepada enzim, sedangkan kerja enzim ini dipengaruhi oleh suhu. Enzim tidak bisa bekerja pada suhu kurang dari 5 derajat Celcius dan diatar 50 derajat celcius. 
Kandungan CO2 di udara
Kandungan CO2 di udara sekitar 0.03 persen, semakin banyak CO2 akan semakin baik rekasi yang terjadi.
  • Kandungan O2
Rendahnya kandungan O2 di udara dan di dalam tanah akan menghambat respirasi tumbuhan. Remdajmua respirasi ini juga akan menghambat pembentukan energi oleh tumbuhan tersebut.
2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai
Oksigen dihirup oleh manusia dan hewan pada saat bernapas. Tanpa tumbuhan hijau, oksigen lama-kelamaan akan habis jika digunakan terus oleh manusia dan hewan. Namun, tumbuhan selalu menyediakan oksigen di alam. Jadi, manusia dan hewan membutuhkan tumbuhan hijau agar oksigen tetap tersedia di alam. Tumbuhan hijau juga merupakan sumber energi bagi manusia. Sebagian besar bahan makanan kita berasal dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan makanan sebagai berikut.
1. Akar, contohnya wortel
wortel

2. Batang contohnya Tebu

tebu

3. Daun contohnya Bayam

bayam

4. Bunga contohnya brokoli

brokoli

5. Buah contohnya Jeruk

jeruk

6. Biji contohnya kacang tanah

kacang tanah

7. Tunas contohnya rebung

rebung

 

Selain manusia, hewan juga memperoleh sumber energi dari tumbuhan hijau. Hewan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) bergantung secara langsung kepada tumbuhan. Apabila tidak ada tumbuhan, jenis-jenis hewan tersebut akan mati kelaparan. Akibatnya, jumlah jenis-jenis hewan herbivora akan semakin berkurang. Peristiwa ini akan menyebabkan hewan-hewan karnivora (hewan pemakan daging) menjadi kekurangan bahan makanan. Jadi, hewan-hewan karnivora secara tidak langsung juga bergantung kepada tumbuhan.

Demikian juga untuk makhluk hidup golongan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan lain). Mereka dapat bergantung secara langsung maupun tidak langsung terhadap tumbuhan hijau.

Diposkan pada IPA

CARA PENYESUAIAN DIRI HEWAN PADA LINGKUNGAN

 

1

Gambar diatas adalah hewan Bunglon yang dapat menyesuaikan diri pada lingkungannya, dengan cara merubah warna kulit dengan menyamakan warna pohon. 

 

Contoh-contoh Adaptasi Hewan Untuk Melindungi Diri

                     Gambar diatas adalah hewan Belalang, yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya dengan cara merubah warna tubuhnya dengan menyamakan seperti warna daun 

 

1. Penyesuaian Bentuk Tubuh terhadap Lingkungan, contoh :

a. Burung

Burung memiliki bentuk kaki yang berbeda-beda disesuaikan dengan tempat hidupnya dan jenis mangsa yang dimakannya. Berdasarkan lingkungan dan jenis makanan yang dimakannya, bentuk kaki burung dikelompokkan menjadi beberapa yaitu

     1 ”Gambar Kaki Burung Kakak Tua” 

      KAKI BURUNG KAKAK TUA                             Kaki burung kakatua untuk memanjat. Selain itu, juga untuk
memegang makanan.

                 2 “Gambar Kaki Ayam” 

KAKI AYAM

Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.

                        3 “Gambar Kaki Burung Elang”     

 

        KAKI BURUNG ELANG.png

Burung elang mempunyai kaki kuat dengan kuku tajam. Kaki
ini untuk mencengkeram mangsanya.

 

  4  “Gambar Kaki Burung Pipit” 

KAKI BURUNG PIPIT

Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger

                        5 ”Gambar Kaki Itik”

KAKI ITIK

  Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk
berenang di air.

6 “Gambar Kaki Burung Pelatuk” 

               kaki burung pelatuk

Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat.

 

Bentuk paruh burung juga beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk paruh burung sesuai dengan jenis makanannya. Perhatikan keanekaragaman bentuk paruh burung pada tabel berikut :

1 ” Gambar Paruh Burung Pipit ” 

burung pipit

Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk
paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji – bijian. Paruh ini
berfungsi menghancurkan biji tersebut.

                                                        2 ” Gambar Paruh  Burung Elang ” 

burung elang

Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan
melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk
mencabik mangsanya.

                                                             3. “Gambar Paruh Bebek ” 

            bebek

Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu.
Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan
di tempat becek, berlumpur, atau di air.

4. Gambar Paruh Burung Pelatuk 

burung pelatuk

     Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan
runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang
bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang  pohon, atau pada
batang pohon yang lapuk.

5. Gambar Paruh burung Kolibri 

 

burung pelikan

Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan
runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung
kolibri mengisap nektar.

b. Serangga

Untuk memperoleh makanannya, serangga memiliki cara tersendiri. Salah satu bentuk penyesuaian dirinya adalah bentuk mulut yang bebedabeda sesuai dengan jenis makanannya. Bedasarkan jenis makanan yang dimakannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu mulut pengisap, mulut penusuk, mulut penjilat, dan mulut penyerap.

c. Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk tubuhnya disesuaikan dengan keadaan
lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki punuk
sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.

 

 

unta

                                                                                      Gambar Unta 

2. Penyesuaian Tingkah Laku terhadap Lingkungan
Beberapa jenis hewan ada yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubah tingkah laku. Cara ini selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa. Perhatikan beberapa contoh hewan yang menyesuaikan diri dengan tingkah laku berikut ini !

a. Bunglon

Perubahan warna tubuh pada bunglon merupakan bentuk penyesuaian diri agar ia terlindung dari musuhnya.

 

bunglon

                                                                                   Gambar Bunglon 

b. Kalajengking
Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan menggunakan sengatnya. Sengatnya ini mengandung racun yang dapat membunuh musuhnya. Selain kelajengking, hewan lain yang menggunakan zat racun untuk melindungi dirinya dari serangan musuh adalah, kelabang, lebah, dan ular.

 

kalajengking

                                                                              Gambar Kalajengking 

 

c. Cumi-Cumi
Cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya dengan cara menyemburkan cairan, seperti tinta ke dalam air. Hal ini menyebabkan musuh yang menyerangnya tidak dapat melihatnya dan ia dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.

 

cumi-cumi

                                                                              Gambar Cumi-cumi 

d. Siput

Siput memiliki pelindung tubuh yang keras dan kuat yang disebut cangkang. Hewan jenis ini melindungi diri dari musuhnya
dengan cara memasukkan tubuhnya ke dalam cangkang. Selain siput, kura-kura, dan penyu juga memiliki cangkang yang digunakan untuk melindungi diri dari musuhnya.

 

siput

                                                                                   Gambar Siput 

e. Cicak
Untuk melindungi diri dari serangan musuh, cecak memutuskan ekornya. Bagian ekor yang putus ini dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah ia pergi melarikan diri.

cicak

                                                                                   Gambar Cicak 

f. Ikan paus  
Paus adalah mamalia yang hidup di air. Seperti hewan mamalia yang lain, walaupun hidup di air paus bernapas menggunakan paru-paru. Padahal paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari air. Paus dan semua mamalia yang hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen. Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbondioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air sehingga terlihat seperti air mancur. Setelah itu paus menghirup udara sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya penuh dengan udara.

 

ikan paus                                                                                Gambar Paus 

 

 B. Cara Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap Lingkungan

Selain hewan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan , tumbuhan juga memiliki cara yang unik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup di lingkungan tersebut. Pada umumnya tumbuhan hidup di tempat yang berbeda-beda. Ada yang hidup di daerah kering ada pula yang hidupnya di air. Oleh karena itu, bentuk penyesuaian dirinya pun berbeda-beda disesuaikan dengan lingkungan tempat hidupnya. Perhatikan uraian berikut tentang cara-cara tumbuhan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

1. Pohon Jati
Pohon jati menyesuaikan diri dengan cara menggugurkan daunnya saat musim kemarau. Pengguguran daun ini bertujuan agar tidak terjadi penguapan yang berlebihan yang dapat menyebabkan tumbuhan kekurangan air dan mati. Pengguguran daun pada musim kemarau juga dilakukan oleh tumbuhan lain, seperti mahoni dan kedondong walaupun tidak sebanyak pada pohon jati.

 

Teak plantation

                                                                                  Gambar Pohon Jati 

2. Kaktus
Tanaman kaktus tempat hidup aslinya sebenarnya adalah tanah yang kering seperti gurun. Oleh karena itu tanaman ini menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang kering dan panas. Tumbuhan kaktus menyesuikan diri dengan memiliki daun yang kecil-kecil seperti duri yang berfungsi untuk mengurangi penguapan air, batangnya tebal berair dan berlapis
lilin yang berfungsi untuk menyimpan cadangan air, akarnya yang panjang untuk mencari air.

kaktus

                                                                                Gambar Kaktus 

3. Teratai
Teratai tempat hidupnya di air. Tumbuhan ini menyesuaikan diri dengan memiliki daun yang berbentuk lebar dan tipis. Bentuk daun seperti ini mengakibatkan penguapan air terjadi dengan mudah. Selain itu, batangnya yang berongga-rongga memungkinkan teratai dapat bernapas walaupun akar dan batangnya berada di dalam air.

 

teratai

                                                                               Gambar Teratai 

4. Eceng gondok
Eceng gondok hidup mengapung di permukaan air. Agar dapat mengapung tumbuhan ini memiliki batang yang menggembung berisi rongga udara seperti spons itu cara menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya.

eceng gondok

                                                                          Gambar Eceng Gondok 

 

Untuk lebih jelas Yuk lihat cara penyesuaian hewan dan tumbuhan pada vidio ini 

 

Sumber

https://kultata169.wordpress.com/materi-pelajaran/bab-iii-penyesuaian-diri-makhluk-hidup-dengan-lingkungannya/